bombadotcom. Diberdayakan oleh Blogger.
Latest post

Foto - foto perbatasan Amerika - Mexico

Ini Foto-foto perbatasan Amerika Serikat - Mexico. Pemandangannya sungguh kontras, tapi seharusnya begini sih kalau mau bangun perbatasan

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Pasti banyak yang nyangka yang sebelah kanan itu Amerika ya?
Ternyata yang kanan itu Meksiko......

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Tiga Bulan Kenalan, Kakek 71 Tahun Ajak Pasangannya Ikut Nikah Massal

Ilustrasi
Cinta tak pandang usia. Menginjang usia 71 tahun, panah asmara tertancap di hati Kartaja (71) dan Marsinah (56). Tiga bulan memadu kasih, keduanya sepakat melanjutkan ke jenjang rumah tangga.

Pucuk dicinta, nikah massal tiba. Dengan pertimbangan mengirit biaya, warga Kelurahan Teluk RT 01/16, Kecamatan Purwokerto Selatan ini turut mendaftarkan diri.

Saat ditemui wartawan sebelum melaksanakan akad nikah di Pendopo Kecamatan Purwokerto Selatan, Kartaja tampak tersipu malu menyebutkan nama calon istrinya. "Mar bae (Mar saja)," kata dia dengan bahasa Jawa Banyumasan tanpa menyebutkan nama lengkap calon istrinya. Kartaja tak bisa berbahasa Indonesia.

Dia mengaku telah mengenal Marsinah selama setahun karena wanita ini tinggal satu kampung. Namun, duda beranak tiga ini menaruh hati terhadap Marsinah yang juga seorang janda tanpa anak sejak tiga bulan lalu.

Beberapa kejadian lucu pun terjadi saat Kartaja dan Marsinah hendak melaksanakan ijab kabul di hadapan penghulu yang juga Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Purwokerto Selatan, Nur Abidin. Lantaran tidak bisa berbahasa Indonesia, ia kerap tidak bisa memahami pertanyaan penghulu.

Kendati demikian saat ditanya penghulu, Kartaja mengaku mantap menikahi Marsinah.
Sementara Marsinah yang duduk di samping kanan Kartaja terlihat tersipu malu. So sweet!

Sumber : Republika Online

Keluarga Sempat Bertelepon dengan Korban Setelah Cassa Jatuh

Dugaan korban kecelakaan pesawat Cassa 212-200 di kawasan Bahorok, Langkat, Sumatra Utara, masih hidup sebelum ditemukan meninggal bukan isapan jempol. Lita mengaku sempat menghubungi nomor telepon Astuti, salah satu korban meninggal kecelakaan itu.

"Saya mencoba telepon sampai 100 kali. Susah masuknya," kata Lita, saat dihubungi Metro TV melalui saluran telepon, Sabtu (1/10). Pada Kamis (29/9) malam, sempat ada yang mengangkat nomor telepon, bahkan menjawab. "Suaranya halo-halo, terus putus," jelas Lita sembari menangis. Pesawat dari Medan menuju Kutacane, Aceh Tenggara, itu jatuh Kamis pagi.

Menurut Lita, yang menjawab itu anak kecil. Ia menduga, dia adalah Tia Apriliani, anak pasangan Astuti dan Suriadi. Ketiganya menumpang pesawat Cassa itu. Setelah itu, Lita mencoba mengontak kembali, tapi tidak tersambung. Lain kali, setelah tersambung ternyata tak ada yang menjawab.

Tidak putus asa, Lita mencoba menghubungi lagi pada Jumat (30/9) pagi. "Ada suara perempuan, tapi lemah sekali," kata Lita. Terakhir kali, kata Lita, ada seorang laki-laki yang menangkat. Ia memanggil-manggil nama seseorang agar bertahan karena pasti selamat. Ternyata, Sabtu (1/10) siang, ketika tim evakuasi mencapai lokasi pesawat jatuh, 14 penumpang dan empat kru ditemukan sudah tewas. Mereka meninggal di tempat duduk masing-masing.

Sumber : Metrotvnews.com

Blackberry membuat susah tidur ?


Secara sekilas ane merasa sedikit bingung membaca judulnya “ BlackBerry Membuat Susah Tidur” ternyata jaman sekarang bukan hanya segelas kopi saja yang bisa membuat kita susah tidur hehehe….. kalau kopi mungkin sudah sejak dulu diakui sebagai penghilang rasa kantuk, tapi kalau BlackBeryy rasanya enggak ada hubungaanya, namun ini ternyata bisa saja terjadi tidak percaya ? silahkan baca artikelnya :

Tulisan ini dari Sumber www.beritanet.com yang menulis : Sebuah study telah dilakukan oleh Westin Hotels di seluruh dunia, menunjukkan lebih dari setengah atau 51 persen pengguna BlackBerry di Amerika yang disurvei lebih sering mengalami insomnia atau susah tidur di malam hari. Survei tersebut menghasilkan angka 60 persen pelaku bisnis yang terus menerus terjaga karena telepon genggam BlackBerry mereka.

Hasil studi lainnya dari Westin Hotels berupa angka 42 persen dari orang yang harus tidur menggunakan pil tidur daripada coklat. Sedangkan 57 persen orang lebih suka tidur di luar rumah, di hotel dan sebagainya daripada di rumah.

Sementara itu, sebanyak 58 persen orang lainnya tidak dapat tidur karena cemas akan hipotik dan tagihan rekening mereka. Sedangkan 51 persen menyatakan dapat tidur nyenyak setelah melakukan hubungan sex.

Sebelumnya, sekitar 10 tahun lalu, study dari Westin Hotels juga menemukan bahwa sebanyak 31 persen dari responden menjadikan sex sebagai prioritas sebelum tidur. Sementara Meir Kryger anggota dewan dari National Sleep Foundation mengungkapkan bahwa pada waktu 10 tahun yang lalu, tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukan di malam hari. Namun, kini bahkan banyak yang dapat dilakukan selama 24 jam sehari, tambahnya.(h_n)

Ooo…begitu, ternyata karena kecanggihan itu alat segala aktifitas yang dulunya dilakukan pada siang hari, sekarang sudah bisa dilakukan pada malam hari ditempat tidur lagi….hehehe mungkin kasarnya begini ; tiba – tiba BlackBerry berdering, kalau diangkat takutnya yang nagih hutang, kalau nggak diangkat takutnya ada hal penting….jadi ingat cerita “ lebai yang malang “

11 Tahun Berjalan Kaki, Pria Kanada Akhirnya Tiba di Rumahnya

Setelah melalui masa 11 tahun, 46 ribu mil, melewati 64 negara, dan menghabiskan 53 pasang sepatu akhirnya pria berkebangsaan Kanada, Jean Beliveau kembali ke rumahnya dari perjalanan panjang berkeliling dunia.

Beliveau kini berusia 56 tahun, meninggalkan rumahnya saat usianya genap 45 tahun pada 18 Agustus 2000 saat bisnis kecil-kecilan yang dia geluti mengalami kebangkrutan. Saat itu dia meninggalkan dua orang anak yang telah beranjak dewasa dan seorang kekasih, seperti ditulis Orange.co.uk, Jumat (30/9/2011).

Sang kekasih, Luce Archambault terus mendukung aksi sang pacar. Sambil menunggu kedatangan Beliveau dari perjalanan panjang, dia membuat sebuah website, wwwalk.org.

Selama 11 tahun, Beliveau berkeliling dunia, melewati gurun dan pegunungan. Dia mengaku sangat mengagumi Meksiko dalam perjalanannya selama sembilan hari di sana. Saat berada di Meksiko, dia selalu mengenakan turban, demkian pula saat berada di Sudan, dia pun memelihara jenggot.

Saat berada di Afrika, dia pun memakan serangga, seperti warga setempat, di Korea dia juga makan daging anjing. Sementara saat di China, dia pernah makan ular. Saat berada di Filipina, dia mendapat kawalan ketat dari pihak kepolisian.

Dalam situs wwwalk.org, tertulis bahwa misi Beliveau ebrkeliling dunia berjalan kaki adalah untuk perdamaian bagi anak-anak di seluruh dunia.

Sumber : Detik.com
 
Nice Blog : Creating Website | Template | Mas boim Template
Copyright © 2013. BOMBA DOT COM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger