Melongok Klub Belgia yang dibeli Keluarga BAKRIE
Riset: Alex Ferguson Bukan Pelatih Terbaik Liga Primer
Siapa pelatih terbaik di Liga Primer Inggris? Jika ukurannya trofi, jawabannya sudah pasti Sir Alex Ferguson. Pelatih yang akrab disapa Fergie itu sukses mempersembahkan 12 gelar Liga Primer untuk Manchester United sejak 1992.
Tapi, ukuran kesuksesan pelatih tidak hanya ditentukan berdasarkan jumlah trofi. Seorang pelatih bisa juga dibilang sukses jika mampu memaksimalkan keterbatasan bujet klub untuk meraih hasil maksimal. Jika itu ukurannya, David Moyes pemenangnya.
![]() |
| David Moyes |
Sejak Bill Kenwright mengambil alih Everton (2004) hingga akhir musim lalu, Everton berhasil meraih 415 poin dengan nilai uang per poin hanya sebesar 48.192 poundsterling. Itu artinya Everton mampu meraih kesuksesan besar di lapangan dengan hanya menggelontorkan sedikit uang untuk membeli pemain.
Hal kontras terjadi pada Liverpool yang merupakan musuh sekota Everton. Liverpool, yang kini dilatih Kenny Dalglish, sejak Oktober tahun lalu tercatat meraih 50 poin dengan nilai uang per poinnya sangat besar 7,5 juta poundsterling. Itu berarti Liverpool telah menghabiskan dana sangat besar tapi prestasinya tidak signifikan.
Alan Stubbs, pelatih Everton, mengakui kepiawaian Moyes dalam memaksimalkan bujet klub yang relatif kecil. ''Kami sebenarnya tidak pernah membeli pemain selama masa itu. Dalam empat jendela transfer terakhir, saya kira kami tidak membeli seorang pemain pun,'' katanya. ''Tapi, itu menjadi bukti betapa manajer kami mengerjakan tugasnya dengan sangat bagus.''
Inilah daftar 10 klub Liga Primer dalam ukuran best value-for-money.
Club Price Per point Points Purchase date
Liverpool £ 7.525.423,73 59 2010
Man City £ 5.335.106,38 188 2008
Sunderland £ 2.257.526,88 93 2009
Arsenal £ 2.453.020,13 298 2007
Man United £ 1.510.516,25 523 2005
Chelsea £ 1.406.617,65 680 2003
Aston Villa £ 988.235,29 289 2006
Fulham £ 456.195,65 460 1997
Tottenham £ 303.191,49 564 2001
Everton £ 48.192,77 415 2004
Sumber : Republika Online
Di Malaysia Kaos Nomor 20 Laris Dibanding 9

Memang Jasa-jasa sesorang tidak akan dilupakan walau sudah tidak menjadi pemain inti adalah Sukses Cristian Gonzales mencetak lebih banyak gol dibanding Bambang Pamungkas di Piala AFF 2010 ini, tidak membuat El Loco - sebutan Gonzales - namanya melejit di Negeri Jiran Malaysia.
Buktinya, jelang laga final putaran pertama di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, banyak pedagang yang menjual kaos timnas Indonesia mengalami keuntungan lantaran kaos bernomor 20 yang selama ini dimiliki Bambang Pamungkas.
Sedangkan kaos bertuliskan Gonzales atau bernomor punggung 9 sedikit sekali disentuh para pembeli. Seorang pedagang bernama Lurah mengaku sudah menghabiskan 1000 kaos selama tiga hari berjualan.
"Di sini, kaos bergambar Garuda dengan nomor punggung 20 yang paling dicari. Dibanding Gonzales, pembeli lebih senang dengan kaos Bepe," kata Lurah, salah seorang pedagang yang ada di Stadion Nasional Bukit Jalil, Malaysia, Minggu, 26 Desember 2010.
Ini juga membuktikan nama Bambang Pamungkas yang pernah memperkuat klub di Malaysia, Selangor FC masih lebih bersinar ketimbang El Loco.
"Di sini, tak banyak yang mengenal Christian Gonzales. Yang terkenal masih Bambang Pamungkas," beber Lurah.
Lurah sendiri punya cara unik dalam menjajakan dagangannya. Di depan warung tendanya dipasang papan bertuliskan Gelora Bung Karno. "Tujuannya buat menarik pengunjung. Kalau orang Indonesia lihat ini, perasaan mereka pasti tersentuh," pungkanya.
"Sekarang yang ada hanya kaos sisa saja. Saya jualnya murah saja antara 30-35 Ringgit. Biasanya saya jual 50ringgit,
sumber ': vivanews.com

